Ternyata Menulis Tak Cukup Otodidak

    Saya suka menulis, menulis status di medsos hehe tulisan ringan yang berhubungan dengan kejadian yang saya alami, semacam orat oret caption pendukung gambar saja hanya sebatas itu sebelum saya tahu banyak manfaat dari menulis.
    Awal saya tertarik dengan menulis blog, ketika saya banyak membutuhkan informasi dan google sangat membantu saya dalam setiap pencarian info. Apapun itu. Pintar sekali google ya? Ternyata sebenarnya yang pintar bukan  hanya googlenya tapi orang-orang yang menulis di google itu pun sangat berpengaruh. Terbersitlah dalam hati kalau saya harus punya karya tulis minimal artikel informatif di google dan banyak didcari orang informasinya. Ehhh ternyata menulis tidak semudah update status, saya selalu mogok di tengah jalan.. apa yang mau saya tulis? Kerap kali kehilangan ide. Dari sini saya berfikir mau tidak mau saya harus berlatih menulis. Karena untuk  menerbitkan artikel di media massa itu tidak mudah, tidak mudah mungkin karena tulisan saya "kosong" maka cara agar saya bisa menulis terus menerus tidak terkait tema apapun saya mencoba membuat blog gratisan di blogspot, beberapa tahun blog itu pun kosong menganggur.
    Keinginan menulis tetap besar, dan saya pun orangnya mau belajar. Menulis otodidak pasti semua orang bisa tapi untuk memoles agar tulisan itu enak dibaca dan informatif tentu tulisanya harus berkualitas juga dong...  Untuk tahu tulisan kita layak dan tidak layak tentu kita butuh mentor untuk mereview. Jadi mau otodidak pun tetap kita butuh mentor. Di IIDN ada training yang berhubungan dengan blog dan menulis dari nol di pandu langsung oleh ketua IIDN mbak Widyanti Yuliandri, tentu saya tidak mau ketinggalan momen ini, saya langsung bergabung dengan training ini dan mengikuti kegiatannya selama 4 hari dan banyak hal baru yang saya pahami tentang menulis khususnya menulis d blog. Training ini benar-benar Mengajarkan dari 0 cara menulis, dari mulai pengenalan minat, tujuan menulis, menentukan judul, mengenal calon pembaca, dan banyak lagi hal lainnya.     



  Menulis bukanlah sekedar menulis orat oret. sesederhana apapun tulisan kita, kita tetap memerlukan riset sebelum menulis.
Training blogging dengan tema CARA MENULIS ASYIK KONTEN BERKUALITAS ini sangat membantu saya sebagai seorang ibu yang masih mau belajar tentang menulis tanpa merasa malu karena usia yang tak muda lagi. Training blogging khusus ibu-ibu ini juga menjadi awal saya menulis di usia ketika saya telah menjadi ibu rumah tangga. Usia sama sekali bukan halangan untuk seseorang terus belajar dan menggali potensi nya, cita cita menjadi penulis itu harus di wujudkan biarpun terlambat.  Dan mentor di training ini sangat mensupport ibu-ibu yang memang mau berkembang, saya melihatnya ketika menjelaskan, beliau itu sangat mendetail bahkan tidak merasa lelah dengan pertanyaan pertanyaan yang "riweuh" ala emak-emak hehe juga memberikan sangat banyak waktu untuk peserta yang telat mengumpulkan tugas. Dan kelas nya berlanjut ke kelas alumni untuk memupuk semangat kami dalam menulis dan ada challenges menarik yang bisa kami ikuti sehingga kami bisa belajar menjadi blogger produktif.
   Terimakasih IIDN dan mbak Widyanti Yuliandari mudah-mudahan saya bisa mengamalkan ilmu nya dengan baik terimakasih juga sudah mencerahkan kami para emak-emak semoga kami bisa terus berdaya๐Ÿ˜
    Eits, sebelum saya mahir blogging saya akan terus mengikuti dan memanfaatkan waktu luang saya untuk training-training yang di adakan IIDN berikutnya.
#NgeBlogSamaMbakWid
#kelasBloggingIIDN

4 Comments

  1. Ayo mbaaaa, keep writing, nulis sebanyak-banyaknya, nulis aja aja dulu kalo kata tokped ehh.. (dari saya: Wiwin @ pratiwanggini.net)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penyemangat dan komunitas blogger adalah hal paling d butuhkan emak2 yang mau nulis. Makasih ya!๐Ÿ˜

      Delete
  2. Yeyeyee..lalala...yeyeye.lalala
    Semngt berkarya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thankyouuuu ciiiinnnn๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik, positif dan membangun.....