Stop Membandingkan Ibu Zaman Dulu Dan Zaman Sekarang

 
Beberapa orang pasti pernah mendengar  ucapan-ucapan seperti:

"Anak zaman sekarang baru punya anak 3 saja seperti punya anak 10"

"Zaman Ibu dulu anak-anak itu nggak pernah deh ada yang keluyuran malem-malem"

"Dulu, Ngurus 7 anak berhasil semua, nggak ada tuh anak gagal"

"Ibu muda sekarang mainin hp terus, boro-boro mo beberes rumah"

Berbagai ucapan diatas adalah sebagian contoh cara orang membandingkan seorang ibu. Di zaman dulu dan sekarang.

Jangan dikira sama, anak zaman dulu dan sekarang itu berbeda. Memang benar kalau anak-anak tetaplah anak-anak, tapi kita harus bijak menilai, meskipun sama hanyalah "anak" tapi pergaulan, lingkungan dan perkembangan zaman tentu tidak sama bukan?

Kasih ibu terhadap anaknya bukan pula yang harus dibanding-bandingkan atau terus ditanyakan. Saya sangat setuju kasih ibu sepanjang masa di zaman apapun ibu itu hidup.

Peran seorang Ibu tak tergantikan dengan siapapun atau apapun, setiap Ibu punya perjuangannya sendiri-sendiri meskipun tidak sama antara Ibu yang lainnya, tapi Ibu tetaplah Ibu.

Tulisan ini turun semata-mata  karena sudah merasa "jenuh" cukuplah para orang tua tidak seharusnya mengaitkan-ngaitkan pola asuh di zamannya dulu dengan pola asuh sekarang. Zaman sekarang anak kecil umur 2-3 tahun sudah mahir menggunakan ponsel bukanlah hal yang aneh. Zaman dulu boro-boro ada ponsel, anak-anak ya main di sungai, main galah dan sebagainya. Ya karena zaman dulu memang tidak ada.

Dulu, katanya kalau mau jadi orangtua ngga ada ilmunya, perempuan bila sudah menikah dan mempunyai anak bisa menjadi Ibu denga sendirinya.

Anak lahir di era yang sudah berubah dengan masa kecil Ibunya, lantas di asuh dengan pola asuh seperti Ibunya dahulu? apa yang akan terjadi?

Saya tertawa mendengar ini, bisa sendiri? ya bisa saja sih.. bahkan ketika anak masih bayi pun kalau kita sebagai Ibu tidak mengerti apa-apa tentang bayi ini, harus bagaimana?

Ilmu tentang parenting dan anak adalah kunci dari semua permasalahan ini. kita bisa mempelajari banyak ilmu tentang anak, ibu dan pendidikan yang berhubungan dengan keduanya dari buku-buku atau internet. yup, zaman dulu mungkin bisa saja dari nasihat-nasihat orangtua sebelumnya.

Bukannya tidak menghargai pengajaran-pengajaran atau didikan zaman dulu, setiap pengajaran dan pendidkan sama baiknya yang membedakan adalah pola pikir dan pola asuh, dulu itu bisa loh anak yang tidak mau belajar di pukul kakinya lantas menurut lalu menjadi anak yang berhasil. Dengan main pukul anak bisa langsung menurut. Zaman sekarang? mungkin masih ada sih yang seperti itu.

Zaman sudah berubah, cukuplah bernostalgia dengan masa lalu, anak-anak sekarang ya harus diajarkan dan di didik sesuai zamannya. Bagaimana caranya? ya si Ibu pun harus menjelma menjadi Ibu masa kini yang mau terus belajar karena begitu banyak tantangan yang tidak mudah. Namun yang paling urgent dalam sebuah keluarga dan harus selalu diingat adalah IBU ADALAH MADRASAH PERTAMA  bagi anak-anaknya, seberubah apapun zaman, pola asuh dalam keluarga  dan pengenalan agama sejak dini tetaplah jadi tiang utama dalam sebuah keluarga.

Bagaimana cara agar seorang Ibu menjadi sekolah bagi anak-anaknya? Berprofesi apapun Ibu itu tugas dan kewajiban seorang Ibu tetaplah sama, Mungkin beberapa hal dibawah ini bisa membantu:

1. Mengajarkan Agama Sejak Dini

Agama adalah dasar dan bekal untuk anak-anak di masa depan. Pengajaran agama sejak kecil akan membantu anak terbiasa dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti terbiasa melakukan ibadah dan hal lain yang berkaitan dengan kebaikan. Kenapa harus sejak dini? menurut pengalaman anak-anak yang belajar sejak dini akan terbiasa mengelola diri dengan baik berbeda dengan anak yang diajarkan agama di masa remaja atau menuju dewasa.  Dan mengajarkan ilmu Agama adalah kewajiban orangtua.

2. Ibu Harus Mau Belajar

Belajar apapun yang ada hubungannya dengan masa kini, yang lagi hits di kalangan anak-anak itu apa? Belajar tentang sosial media,  apa yang digandrungi anak-anak masa kini, fenomena sosial apa yang terjadi terhadap anak-anak, bahkan lebih bagus menguasai teknologi, kita tahu dampak negatif dan positif teknologi bagi anak apa, anak-anak sekarang itu pintar-pintar, nah, orangtua jangan sampai kalah pintar dengan anaknya. Terkait anak ketergantungan terhadap gadget Ibu pun jangan malas mencari solusi. Ilmu zaman sekarang itu mudah ada di genggaman. (Internet, maksudnya)

3. Bergaul Dengan Teman Anak

Nah, ini yang kadang yang dilupakan orangtua, ketika anak punya teman ya sudah dan merasa bersyukur kalau anak kita memiliki teman, tapi,ketika anak menuju remaja kepercayaan anak terhadap orang tua biasanya berubah anak-anak menjadi lebih percaya teman-temannya dibanding orangtuanya. Maka sebagi orangtua kitapun harus melebur dengan teman anak-anak kita. Ini bertujuan agar kita bisa memantau pergaulan anak-anak kita.

4. Selalu Ada Untuk Anak

Selalu ada untuk anak-anak dan menjadi sahabat terbaik mereka, menghargai setiap keinginan anak dan tidak memaksakan kehendak kita sebagai orang tua terhadap mereka. Anak-anak memiliki pilihan hidup sendiri dan kita sebagai orangtua, hanyalah mendukung keinginannya selama itu bersifat baik.

5. Berfikir Terbuka

Zaman dulu, anak yang sukses menurut orang tua adalah anak yang menjadi Dokter, Polisi, Insinyur atau apapun. Sekarang minat itu tidak sama lagi, anak-anak sekarang bahkan ada yang sudah sangat berminat menjadi youtuber sejak masih kecil, pemikiran orang tua dulu  mungkin tidak setuju dengan pekerjaan ini, apa itu youtuber?  seperti main-main saja. Yang online-online itu ngga bisa dipercaya.
Sebagai orangtua kita harus terbuka dengan perkembangan dan perubahan zaman, kita hidup dimasa kini dimana anak kecil sudah mahir dengan teknologi, dimana Ibu-Ibu sudah bebas berkespresi di dunia maya. Dan kenapa harus aneh? toh kita memang hidup di zaman seperti ini.

Terakhir, menurut Sayyidina Umar Bin Khottob R.A tentang mendidik anak adalah " Didiklah anakmu sesuai zamannya, karena mereka tidak hidup di zamanmu"

Semoga kita sebagai orangtua bisa terus mendampingi anak-anak kita di zaman apapun yang kita hadapi tanpa melupakan Agama dan akar budaya. Bumi dan langit masih sama, Kehidupan yang ada di dalamnya lah yang berubah. Dan semoga anak-anak kita siap dan tidak gagap dalam menghadapi setiap perubahan zaman.

Pulosari, Akhir zaman, Februari 2020.






0 Comments