Perempuan Dibalik Kesuksesan Indscript Creative


Pada tanggal 10 Maret 2020, tepat sehari setelah hari perempuan sedunia dan menjelang 13 tahun Indscript Creative, kami 6 blogger dari IIDN Bandung diberi kesempatan untuk meliput ke kantor Indscript sekaligus Sekolah perempuan yang didirikan oleh seorang perempuan hebat penuh inspirasi  penulis puluhan buku, Indari Mastuti.

Bertempat di kantor Indscript Jln. PLN Dalem 1 No. 1/203 B Cigereleng, Cisereuh Kecamatan Regol Kota Bandung sekitar jam 10 pagi kami disambut dengan manis dan ramah oleh Teh Iin atau Bunda Iin, Indari Mastuti biasa dipanggil. Menyaksikan suasana kantor yang homy sekali membuat kami nyaman sharing tentang berbagai hal terutama tentang pengembangan perempuan diantaranya perempuan harus bisa menulis dan berbisnis.

PEREMPUAN DIBALIK INDSCRIPT

Dari tangan hebat Indari lah Indscript berdiri pada tahun 2007, Indscript sendiri asalnya merupakaan agensi naskah yang mempertemukan antara penulis dan penerbit, selama perkembangaannya Indscript telah bekerjasama dengan beberapa penerbit baik mayor ataupun indie.

Kecintaanya terhadap dunia menulis dan bisnis membuatnya ingin mengembangkan Indscript lebih maju lagi selain fokus ke bidang tulis menulis Indscript juga membangun wadah yang menaungi bisnis untuk para perempuan yang ingin berkembang tanpa harus meninggalkan rumah. Kesusesan itu di ciptakan, dan hanya diri sendirilah yang bisa menciptakannya. dan kesuksesanpun berlaku untuk para perempuan. Begitu kata Teh Indari.

Setelah Indscript berdiri, kecintaanya terhadap dunia menulis dan passion yang besar terhadap kepenulisan terbentuklah komunitas IIDN (ibu-ibu doyan nulis ) yang beliau rintis pada tahun 2010 IIDN adalah wadah untuk para ibu-ibu yang ingin mengembangkan diri tanpa harus meninggalkan rumah.

Kegesitannya dalam mengelola Indscript dan komunitas menulis bagi Ibu-ibu  telah mengantarkannya  sebagai perempuan inspiratif pada tahun 2010 Indari Mastuti dinobatkan sebagai perempuan inspiratif versi tabloid Nova.

Pada saat ini member IIDN sendiri sudah mencapai  lebih dari 21 ribu ibu ibu dari seluruh Indonesia. 

IIDN pun mengembangkan kemampuan Ibu-ibu dalam dunia tulis menulis bahkan merambah ke dunia blogging dan entrepreneur bahwa selain mampu menulis perempuan pun harus pintar berbisnis.

Hobinya dalam berbisnis dan saking kreatifnya Indari Mastuti menginisiasi komunitas khusus untuk ibu ibu yang suka berbisnias yaitu IIDB (ibu-ibu doyan Bisnis).


Pada tahun 2013 Indari Mastuti mendirikan Sekolah Perempuan yaitu sebuah sekolah untuk para perempuan terutama ibu rumah tangga yang mau belajar baik itu tentang menulis atau tentang bisnis.

Sementara pada tahun 2014 berdirilah Indscript Training Center dan Indscript Business women, kelas ini khusus untuk para pebisnis perempuan yang memiliki kendala dalam menulis atau berbisnis mereka dikelompokan dalam satu wadah agar bisa saling sharing dan saling membantu serta tidak merasa sendiri dalam menghadapi kesulitan ketika menulis ataupun berbisnis. Keren ya inisiatif nya?

Namun namanya sebuah bisnis tidak serta merta berjalan dengan mulus ada banyak rintangan yang menghadang diantaranya kekurangan tim atau kekurangan modal atau bahkan kerugian dan sebagainya. Indari mastuti adalah Perempuan yang tidak berhenti berinovasi. Baginya Inovasi itu harus. berhasil atau tidak yang penting kita sudah berinovasi.

Di bawah Indscript ada cabang usaha kecil yang melibatkan masyarakat terutama perempuan seperti Indblack retail atau Indblack.com yang di bentuk pada tahun 2017 ini adalah sejenis usaha di bidang konveksi yang fokus pada pembuatan handsock, manset, bross dan lain sebagainya.

Dan inovasi nya terhadap indblack tidak berjalan mulus, selain banyak hal yang kurang di pahami meskipun sudah dipelajari Indblack.com atau Indblack retail merupakan bidang yang ternyata bukan passion nya. Dengan resmi pada April 2020 nanti Indblack akan ditutup. Ini contoh bahwa inovasi tidak harus berhasil yang penting pernah mencoba dan belajar menuju jalan yang sesuai passion.

Dengan ditutupnya Indblack bukan berarti Indscript pun ikut tutup, namun sebaliknya Indari Mastuti sebagai owner Indscript akan semakin fokus  dan konsentrasi penuh untuk mengembangkan dan melesatkan Indscript. Malah pada saat ini Indscript sudah tidak tergantung lagi pada penerbit buku karena sudah memiliki percetakan sendiri,

PROGRAM INDSCRIPT 

Adapun program Indscript Writing pada saat ini adalah.

1. Bisnis pembukuan Biografi
Indari Mastuti pada saat ini telah menuliskan belasan buku biografi. Buku biografi yang di tulis Indari Mastuti diantaranya buku Ibu Atalia istri Gubernur Jawa Barat


2.Bukuin Aja
Adalah program khusus untuk penulis pemula, biasanya (meskipun tidak semua) penulis pemula jika di tolak penerbit maka akan down dan kehilangan semangat menulisnya, namun di Indscript penulis pemula bisa menerbitkan bukunya.


3. Bikin Antologi
Selain Buku solo Indscript juga menerbitkan buku antologi, di bulan maret ini ada sekitar 17 judul antologi yang akan diterbitkan Indscript. Keren ya.

4. Indscript Bussines Women University
Merupakan kelas sharing bisnis berupa kuliah umum online baik di WA atau telegram.

RUMAH KANTOR

Tak terasa Sekitar 2 jam kami ngobrol dan sharing tentang berbagai hal, tepat jam istirahat makan siang kami makan bakso bersamaTeh Indari dan tim nya, kata Teh Indari pedagang kecil yang ada di lingkungan Indscript seperti  Bakso yang kami makan adalah salah satu usaha masyarakat yang di modali Indscript, jadi 10 % dari penghasilan Indscript adalah untuk mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar. Bahkan ada beberapa yang di gaji secara khusus oleh indscript seperti para lansia. Wah patut di contoh nih. Benar-benar inspiring woman.

Selesai makan siang kami diajak berkelililng kantor idscript yang super homy, kata Teh Indari para tim yang ada di Indscript di biasakan untuk tidur siang. Kerja tidak di forsir, orang kalau terbiasa tidur siang biasanya akan lebih fresh dan semangat kembali ketika mengerjakan sesuatu.


Indscript merupakan rumah kantor yang nyaman sekali lantai atas sebagai tempat tinggal dan lantai bawah sebagai kantor. Hmmm enaknya bekerja dari rumah. Selama berkeliling kami melihat  ada banyak buku hasil terbitan Indscript, melihat beberapa mesin percetakan, dan ada banyak naskah mentah calon buku. Selain homy ruangan Indscript pun bernuansa merah, ini karena ownernya suka warna merah kali ya hehe

Selesai liputan tidak lupa kami foto bareng sebagai bukti bahwa kami pernah singgah di Indscript bertemu dengan owner yang super keren dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa.


Ada kata-kata Teh Indari yang terus di ingat untuk membangkitkan semangat kami terutamaa saya sebagai penulis dan blogger pemula. Terkadang ada saja yang tidak suka dengan tulisan kita bahkan mengganggap remeh artikel yang kita tulis karena belum punya banyak pengalaman orang enggan membaca artikel kita dan cenderung merendahkan beliau bilang jangan pernah sakit hati.

"Kita tidak akan mampu mengendalikan orang lain tapi kita bisa mengendalikan diri kita sendiri, dan ingat yang mengijinkan sakit hati adalah diri kita sendiri" Keren kan?

Terimakasih Indscript, terimakasih Teh Indari, IIDN dan teman-teman blogger pengalaman ini takkan terlupakan. Semoga menginspirasi. Maju terus perempuan Indonesia.



6 Comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. Bertemu Teh Indari luar biasa, ya, teh Mila. Dapat ilmu, nambah pengalaman dan semakin termotivasi meraih mimpi. Seneng bisa ketemu Teh Mila juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Teh, apalagi saya yang pemain baru di dunia blogging... Benar-benar memberikan banyak pelajaran..

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik, positif dan membangun.....